Minggu, 26 September 2010

10 Kebenaran Tianshi

10 KEBENARAN TIANSHI

Berusaha keluar dari kemiskinan merupakan salah satu perhatian utama bisnis Tianshi. Minimal ada sepuluh jenis "kemiskinan" yang sejak awal dan secara terus-menerus berusaha dientaskan. Cita-cita, harapan dan impian Tianshi agar manusia mampu memenuhi seluruh hirarki kebutuhannya sebagaimana telah ditawarkan oleh Abraham Maslow.

Memerangi sepuluh jenis kemiskinan merupakan identifikasi sepuluh kebenaran Tianshi. Tapi perjuangan ini mendapat tantangan dari orang-orang yang sepikiran dengan Roberth L Fitz Patrick yang membahas secara keliru tentang Sepuluh Kebohongan MLM (Silahkan baca buku: Tianshi Mendobrak Kebohongan MLM, halaman 33-58 oleh Yulius P Silalahi). 

Berikut ini adalah Sepuluh Kebenaran Tianshi:

01. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan finansial": Kemiskinan Uang.
Tianshi serius dan tulus mengajak para distributor mencapai "kemerdekaan finansial", karena bisnis ini memberikan penghasilan tidak terbatas. Tianshi tidak menghendaki mereka mengalami kerugian atau menjadi pecundang sebab kerugian mereka adalah juga kerugian Tianshi.

02. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan pendidikan": Miskin Sekolah.
Tianshi memberikan "kemerdekaan pendidikan". Dalam bisnis ini tidak ada pembatasan tingkat pendidikan, pengalaman dan latar belakang seseorang.

03. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan karier": Miskin Profesi.
Tianshi adalah sebuah gelombang masa depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. Tianshi adalah sebuah pilihan atau alternatif yang menyediakan "kemerdekaan karier", dalam bisnis ini ada jenjang karier. Setiap orang bebas memilih jenjang karier yang diinginkannya, bahkan tidak akan mengalami penurunan jenjang karier. Tidak ada istilah "tidak ada lowongan", bahkan mengundang banyak orang untuk bergabung.
Pasalnya prestasi seseorang tidak ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi melainkan omzet kelompok yang besar. Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktivitas dan berkarier.

04. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan rohani": Miskin Rohani.
Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bukan saja butuh sehat dan uang tetapi yang lebih penting adalah kebutuhan akan pemenuhan kemerdekaan rohaninya. Seperti dikatakan Abraham Maslow, manusia mempunyai kebutuhan fisiologis, the esteem needs, dan the actualization needs. Siapa pun menghendaki kebahagiaan dan harapannya terpenuhi, sehingga ia merdeka secara rohaniah. Hidup senang dan tenang.

05. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan mental": Miskin Kepribadian.
Di bisnis ini selalu ada pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan. Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli apa kata orang. Dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat. Tianshi membuat sebuah gerakan spiritual mengajak para distributor mencapai kesejahteraan dan hidup sehat. Apakah ada jajaran atau agama yang melarang umat manusia mencapai kesejahteraan dan hidup sehat?

06. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan emosional": Miskin Emosi
Tianshi mengajarkan orang untuk bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketabahan sehingga emosi terkontrol. Di bisnis ini orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bercerita, menjelaskan danmemberikan presentase tentang bisnis. Sehingga orang yang tadinya pemalu dan tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari para distributor.

07. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan kesehatan": Miskin Sehat.
Tianshi mendorong para distributor mencapai "kemerdekaan kesehatan", karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.

08. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan sosial": Miskin Relasi, Miskin Teman, Miskin Jujur dan Miskin Silaturahmi.
Tianshi menjadi jembatan untuk mencapai "kemerdekaan sosial", karena bisnis ini senantiasa menambahkan persaudaraan dan memiliki banyak teman dan prinsip tolong-menolong dalam kehidupan gotong-royong dengan mengedepankan kejujuran.

09. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan waktu", terikat atau dibatasi oleh waktu.
Tianshi memberikan "kemerdekaan waktu", karena bisnis ini memberikan kebebasan menggunakan waktu sesuka hati.

10. Di masyarakat ada orang yang mengalami "kemiskinan masa depan".
Tianshi memberikan kesempatan pensiun muda, kaya dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan dan support system perusahaan. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas. Kualitas produk Tianshi sudah dijamin di 100 negara lebih & lembaga pengawas produk dunia!


Hubungi saya sekarang juga...!!!

Hadi Waluyo
Tiens ID.92 464 800
Email: haditiens@gmail.com
Web: http://www.haditiens.blogspot.com/
Sms. +62 856 36 26 166

Suksesss....!!!!!! Suksesss...!!!!

WELLNESS INDUSTRY - Era Bisnis Makanan Kesehatan

WELLNESS INDUSTRY

- Era Bisnis Makanan Kesehatan -

Industri yang akan booming tahun 2010 adalah bisnis dibidang makanan kesehatan/kebugaran. Peningkatan 91% dalam 20 tahun terakhir dengan melibatkan 53 juta orang di seluruh dunia. Bisnis ini menjadi trend yang mulai sangat diminati di dunia. Nilai Industri Global saat ini sudah mencapai 100 milyar USD. Luar biasa, bukan?

Walaupun pertumbuhannya sedemikian cepat, namun ini semua baru saja dimulai. Momentumnya akan terus berkembang dan peluangnya masih terbuka lebar untuk berada dalam tren bisnis ini.

THE WELLNESS BOOM / BABY BOOMER
Mengapa semua orang selalu membicarakan Peluang Bisnis Kesehatan?

Menurut ekonom dan penulis buku Profesor Paul Zane Pilzer, dalam satu dekade mendatang industri dibidang kesehatan berkembang secara fantastik.

BABY BOOMER adalah generasi trendsetter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Mereka yang membuat industri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat, menggerakkan industri asuransi, komputer, dan internet.

Baby Boomer adalah generasi yang berada pada puncak penghasilan. Mampu mendapatkan lebih banyak uang, dan memiliki daya beli tinggi. Mereka berada pada tingkat produktifitas tinggi.

Pada usia yang sangat produktif (37 sampai 55 tahun) mereka ingin lebih sehat (feel healthier), memperbaiki penampilan (look better), memperlambat penuaan (slow down aging), dan ingin mencegah berbagai macam penyakit (prevent diseases).

Pemerintah pun tidak mau generasi ini runtuh, karena di Amerika, jumlah mereka yang hanya 30% dari populasi bisa memberikan sumbangan GNP (Growth National Product) sampai 50%. Di Amerika, menurut Paul, generasi Baby Boomer menghabiskan US$ 200 miliar per tahun untuk produk perawatan kesehatan atau sekitar setengah dari angka belanja kendaraan. Paul memprediksi pada akhir 2010, belanja produk kesehatan generasi ini akan mencapai US$ 1,9 juta atau sekitar Rp 19 miliar per menit. Meningkat sekitar 500%.

Jadi, jika pada tahun 70-an, dunia dikejutkan dengan microwave, tahun 80-an industri video meledak, tahun 90-an, industri komputer dan internet merambah dunia, maka memasuki abad 21 ini, industri perawatan kesehatan (wellness industry) akan merajai dunia. Apalagi, tekanan persaingan, pola makan, dan polusi semakin tinggi.

Ini adalah sebuah Peluang! Munurut Paul, ada Empat pilihan,

Pertama, menjadi tenaga ahli (practitioner), mereka akan merasakan hasilnya dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. Syaratnya, harus dibekali dengan pendidikan. jadi, harus melakukan investasi dalam bentuk sekolah yang akan menghabiskan dana tidak sedikit dan waktu beberapa tahun. Lalu, mau menukarkan waktu sebagai peneliti dengan uang.

Kedua, sebagai produsen (Manufacture). Tentu saja harus didukung dengan investasi jutaan, bahkan miliaran dolar Amerika untuk membangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, pengangkutan barang dll.

Ketiga, penjual eceran juga berpeluang yang sangat menggiurkan. Tetapi tetap saja harus menyiapkan beberapa hal. Seperti, membayar lisensi, mampu bekerja tujuh hari seminggu, memiliki strategi iklan, dan membayar sejumlah karyawan.

Keempat, distributor. Dalam 30 tahun perkembangan bisnis di dunia, distributor adalah bagian rantai bisnis yang mendapat keuntungan paling besar. Sam Walton (pemilik Wall Mart), Fred Smith (Fedex), Josh Bishop (Arnazon.com). Mereka adalah distributor dengan cara yang selama ini dikenal masyarakat.

Distributor abad 21 ini akan menjadi miliarder dengan cara yang lebih cerdas. Yakni memberikan pendidikan kepada konsumen tentang produk baru dan memberikan informasi tentang cara penyalurannya. Yakni, dengan sistem Network Marketing.

Bisnis distribusi ini memang sangat mengendalikan kecepatan pikiran, dan penguasaan produk yang lebih baik. Pasar potensial adalah Baby Boomer. Di Amerika saja jumlah mereka sekitar 78 juta dengan uang tunai US$ 1 triliun. Mereka siap membayar berapa saja agar tetap awet muda, sehat, dan penuh vitalitas.

Sebuah pepatah dari Cheryl Russel: "Bisnis yang cukup cerdik adalah mengenali apa yang diinginkan Baby Boomer". Apa anda masih mau menunda kesempatan untuk mengambil peluang ini sekarang dan jadi bagian didalamnya, atau membiarkannya lewat begitu saja? Anda yang memutuskan!

(Dikutip dari The Next Trillion karya Paul Zane Pilzer)


Hubungi saya sekarang juga...!!!

Hadi Waluyo
Tiens ID.92 464 800
Email: haditiens@gmail.com
Web: http://www.haditiens.blogspot.com/
HP: +62 856 36 26 166

Suksesss....!!!!!! Suksesss...!!!!